Mengintip 5 Kelebihan User Acceptance Test untuk Produk Kamu

Harisenin.com
3 min readMar 14, 2022

Proses pembuatan produk selalu diliputi dengan berbagai macam mekanisme testing. User Acceptance Test (AST) adalah salah satu dari kategori testing yang terbukti efektif dalam memahami apakah produk sesuai dengan target konsumen. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas kelebihan User Acceptance Test (AST) untuk produk kamu.

Apa Itu User Acceptance Test (AST)?

Secara general, testing diterapkan sebagai tindakan pengujian terhadap fitur dan konfigurasi lain di dalam produk. Hal ini penting untuk menguji terlebih dahulu sebelum tahap finalisasi dan masuk ke fase peluncuran produk.

Sedangkan User Acceptance Test (AST) merupakan variasi dari jenis testing yang acap kali digunakan dalam suatu produk. Dimana User Acceptance Test (AST) merupakan kegiatan pengujian yang memiliki output untuk mengukur efektivitas dan relevansi produk dengan target konsumen.

Sering kali produk yang telah dirancang nyatanya tidak berhubungan terhadap kebutuhan dari target konsumen. Yang mana akan berdampak buruk terhadap perkembangan dari produk yang telah diluncurkan secara resmi.

Untuk memitigasi hal ini terjadi, User Acceptance Test (AST) hadir sebagai salah satu mekanisme solutif yang dapat menguji hingga mengevaluasi produk yang akan dirilis. Metode ini mengerucutkan pada “rasa nyaman” yang dirasakan oleh target konsumen pada produk tersebut.

Dengan menerapkan User Acceptance Test (AST), maka dapat meningkatkan kualitas produk dan meminimalisir adanya kegagalan pada produk dan fungsionalismenya. Serta dapat efektif dalam mereduksi problematika yang dirasakan oleh target konsumen selama menggunakan produk.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Apa Itu Full Stack Developer

Apa Sih Kelebihan User Acceptance Test (AST)?

Setelah mengetahui definisi dari User Acceptance Test (AST), ternyata metode testing ini menyimpan segudang kelebihan yang wajib kamu tahu. Selengkapnya baca di sini!

Efektivitas pada Produk

Alasan pertama mengapa User Acceptance Test (AST) harus digunakan sebagai metode testing adalah efektivitas. Dimana dengan menggunakan metode ini, produk yang nantinya akan dirilis akan memiliki fitur yang memang fungsional.

Hal ini berangkat dari implementasi metode User Acceptance Test (AST) yang memang menitikberatkan pada keinginan dan kebutuhan dari konsumen. Sehingga ketika diluncurkan secara final, produk tersebut dapat efektif secara fitur dan layanan.

Relevan dengan Kebutuhan Konsumen

Setiap produk yang dirancang, tujuannya pasti untuk memberikan kebutuhan pada target konsumen. Produk lahir dari sebuah keresahan, permasalahan, dan persoalan yang terjadi. Hal ini menjadi objektif dan latar belakang dibuatnya suatu produk.

Mengimplementasikan User Acceptance Test (AST) sebelum tahap finalisasi akan menggambarkan kebutuhan dari konsumen pada produk. Hal ini menjadi salah satu kelebihan dari memanfaatkan User Acceptance Test (AST) untuk produk kamu.

Efisiensi dari Segi Tenaga dan Biaya

Bayangkan jika kamu telah launching produk dan ternyata hasilnya nihil. Nihil dalam artian tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen dan ketidakpuasan konsumen terhadap produk tersebut. Pasti kamu harus memutar otak untuk memperbaiki produk dengan biaya dan tenaga yang tidak sedikit.

Menerapkan User Acceptance Test (AST) di awal sebelum launching dapat meminimalisir hal tersebut. Di lain sisi, ada efisiensi dari segi tenaga dan biaya sehingga tidak perlu melakukan revisi yang konstan.

Mereduksi Berbagai Masalah

Produk lahir dari keresahan dan permasalahan konsumen yang sudah objektif. Namun, acap kali masalah baru lahir dari produk yang telah dirilis tanpa melakukan testing. Untuk itu, menggunakan User Acceptance Test (AST) dapat mereduksi masalah secara efektif.

Meningkatkan User Experience

Pengalaman menggunakan produk atau user experience pada konsumen merupakan hal yang sangat penting. Dengan User Acceptance Test (AST), maka kamu dapat memantau bagaimana pengalaman konsumen ketika menggunakan produk.

Jika ada konsumen yang merasa tidak puas dan tidak nyaman dengan produk tersebut. Kamu sebagai developer dapat langsung mengetahui dan memperbaiki. Sehingga pengalaman penggunaan produk pada konsumen dapat membaik.

Baca Juga: 4 Manfaat Terapkan Metode Agile untuk Bisnis Kamu

--

--

Harisenin.com

#1 Work-based Learning Platform. 🎓 Harisenin Millennials School 💁‍♀️ Harisenin Mini School 👩‍💻 Live Class #SadarHarusBelajar lynk.id/harisenin.com